Masyarakat, di buat heboh dengan kasus gangguan PDN ( Pusat Data Nasional ) Kominfo ( Kementrian Komunikasi dan informasi. Gangguan yang terjadi berdampak pada kurang lebih 200 instantsi pemerintah, pusat dan daerah serta layananannya, termasuk sistem imigrasi di bandara. Kabar gangguan PDN ( Pusat Data Nasional ) pertama kali muncul dari keluhan warganet di media social X ( dulu nya twitter ) terkait dengan layanan imigrasi yang tidak bisa di gunakan di bandara Soekarno- hatta, mengakibatkan antrian Panjang. Penyebab gangguan PDN yang terjadi pada sistem imigrasi masih belum di ketahui dan terus saja di telusuri masalah nya, namun pada hari senin 24 juni, BSSN ( Badan Siber dan Sandi Negara ) mengkonfirmasi bahwa gangguan tersebut terjadi karena ransomware bermana brain chipper ransomware. Ransomeware yang menyerang merupakan salah satu varian baru dari Lockbit 3.0, dan pelaku meminta tebusan sekitar Rp 131,2 Milliar atau sebesar US$8juta. Sejauh mana dampak yang terjadi akibat kejadian ini dan langkah apa yang bisa di ambil untuk mengatasi masalah ini sekarang dan di masa mendatang ? mari di Simak Dampak Gangguan Sistem Pusat Data Nasional Gangguan di PDN yang di serang oleh ransomware berdampak langsung ke berbagai sektor pemerintah. Kominfo menyebutkan hamper sekitar 200 instansi terdampak masalah tersebut, dengan imigrasi menjadi institusi yang terkena dampak nya. Layanan keimigrasian di kantor imigrasi, unit layanan paspor, unit kerja keimigrasian, serta tempat pemeriksaan imigrasi di bandara dan Pelabuhan terkena dampak nya Jika gangguan ini tidak segera dipulihkan, dampak nya akan semakin melebar, tidak hanya sektor pemerintah saja tetapi juga pada bisnis dan Masyarakat. Berikut beberapa dampak potensial : Kesulitan Melakukan Transaksi : Masyarakat akan kesulitan dalam melakukan transakit keuangan, seperti pembayaran tagihan, transfer dan berbelanja online Menurunnya kepercayaan pada pemerintah : Gangguan PDN dapat menurunkan kepercayaan terhadap pemerintah dalam menjaga keamanan siber dan infrastruktur digital. Terganggu nya supply Chain : bisa menghambat logistic dan komunikasi Penurunan Operasional Bisnis : Banyak perusahaan mengalami penurunan aktivitas bisnis karena terganggu nya layanan sistem online. Biaya Keamanan Siber Meningkat : Perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih untuk meningkatkan keamanan siber setelah terkena serangan ransomware. Penting nya Data Security untuk Mengatasi Kebocoran Data Akibat Gangguan dari Pusat Data Kasus gangguan pada PDN menyoroti pentingnya data security bagi infrastruktur digital di Indonesia, Kejadian ini menunjukan betapa rentannya data digital terhadap serangan siber dan dampak nya yang cukup luas jika sudah terjadi. Data Security adalah praktik dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi data dari akses, penggunaan, atau pencurian yang tidak sah. Ini mencakup berbagai langkah dan teknologi untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data yang disimpan dan diproses oleh sebuah organisasi atau individu. Tujuan utama dari data security adalah untuk memastikan bahwa data tetap aman dari ancaman seperti serangan cyber, pencurian fisik, atau kebocoran informasi, sehingga dapat diandalkan, terlindungi, dan digunakan secara efektif oleh pemiliknya. Data Security itu tanggung jawab bersama. Individu perlu memiliki pengetahuan tentang cara pengamanan data, sementara perusahaan berkomitmen untuk mengambil langkah strategi untuk melindungi data digital dari ancamana, dan operasional di berbagai sector. Solusi Imperva Data Security Fabric, komprehensif untuk Melindungi Pusat Data DSF ( Imperva Data Security Fabric ) hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah keamanan data, terutama untuk pencegahan kebocoran data. Solusi ini terintegrasi yang dirancang untuk mengamankan data di berbagai lingkungan termasuk on-premises, cloud dan hybrid. Solusi ini menawarkan fitur yang lengkap, sebagai berikut : Penemuan dan Melakukan Klasifikasi Data Secara otomatis menemukan dan mengklasifikasikan data sensitive yang ada di database, file dan cloud storage. Ini akan membantu perusahaan untuk memahami di mana data sensitive berada dan seberapa besar resiko yang dihadapi. Perlindungan Data Dilengkapi dengan kontrol keamanan untuk melindungi data dari ancaman, seperti akses tidak sah dan malware Pemantauan dan Melakukan Analisis Data Monitor akses dan penggunaan data secara real time untuk mendeteksi kegiatan mencurigakan. Dapat memberikan peringatan secara realtime dan melakukan analisis terhadap ancaman Kepatuhan Terhadap Regulasi Pemerintah Dengan kemampuan pelaporan yang dapat membantu bisnis untuk memenuhi regulasi dari UU PDP, HIPAA dan GDPR dengan laporan yang bisa di sesuaikan. Imperva DSF solusi yang mudah diterapkan dalam melindungi data. Perusahaan seperti memiliki benteng pertahanan yang kuat dengan cara kerja yang andal dan efektif untuk menjaga asset berharga tetap aman, yaitu : Deteksi Dini : mendeteksi aktivitas mencurigakan yang berpotensi membahayakan data dan memanfaatkan teknologi AI Visibilitas Secara Menyeluruh : DSF memberikan Gambaran lengkap tentang aktivitas dan ancaman yang akan terjadi pada data. Integrasi Menyeluruh : dapat diintegrasikan dengan sistem keamanan dan infrastruktur yang sudah ada di perusahaan, sehingga tidak perlu repot dalam mengganti seluruh infrastruktur Melindungi Data : DSF melindungi semua jenis data, baik data tersetruktur ataupun tidak terstruktur. Dapatkan Solusi Imperva Data Security di Qfirewall Imperva DSF merupakan solusi efektif untuk mencegah kebocoran data. Solusi ini membantu secara langsung, memastikan akses data sesuai dengan aturan yang ada, sekaligus meningkatkan kepercayaan public terhadap keamanan siber dan digital di Indonesia Imperva juga udah mengikuti kepatuhan terhadap regulasi, termasuk kebijakan UU PDP, imperva mendirikan scrubbing center ke-2 di Indonesia. Fasilitas perlindungan yang menawarkan keandalan tinggi, sistem redudansi dan mekanisme failover untuk memastikan layanan berkelanjutan. Membnatu pemerintah dan perusahaan dalam melindungi data dari serangan siber yang semakin hari semakin canggih. Qlicense sebagai reseller imperva memiliki tim IT yang professional , dan bersertifikat yang akan membantu anda dari tahap implementasi hingga dukungan after sales. Ingin tahu tentang imperva DSF, hubungi sales@qfirewall.id
Tag: ransomware
Fakta terserang Layanan Kesehatan di singapura, dan solusi Proteksi Imperva DDos
Serangan DDos masih menjadi salah satu ancaman yang paling di takuti di berbagai sektor, salah satunya sektor Kesehatan. Serangan DDoS ( Distributed Denial of Service ) merupakan salah satu ancaman cyber yang sulit di cegah karena traffic legal dan illegal tidak terpisahkan pada suatu jaringan. Seperti yang di ketahui serangan DDoS di lakukan dengan cara membanjiri traffic jaringan serta mengeksploitasi kerentanan keamanan dan menyasar kepada endpoint yang dapat di jangkau melalui internet. Serangan DDos dapat terjadi selama berjam-jam, bahkan sampai berhari-hari yang bisa menyebabkan serangkaian gangguan. Mengutip Kompas, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari empat negara di dunia dengan serangan DDoS terbesar di dunia, selain brasil, india, dan rusia. Selain empat negara yang sudah di sebutkan, sektor Kesehatan di singapura ternyata tidak luput dari serangan DDoS. Seperti apa kejadian nya dan apa saja serangan DDoS di sektor Kesehatan ? berikut penjelasan nya Serangan DDos yang menyerang Layanan Kesehatan Publik di Singapura Website dan koneksi internet sejumlah layanan Kesehatan di singapura pada rabu ( 01/11) lalu di laporkan mengalami gangguan selama berjam-jam. Gangguan tersebut disebabkan oleh serangan DDos. Badan Teknologi Kesehatan Singapura, Synapxe dalam keterangan nya mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukan bahwa server dengan traffic internet untuk mencegah pengguna sah mengakses layanan secara online. Kendati demikian, Synapxe mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini belum menemukan bukti yang menunjukan data layanan Kesehatan public dan jaringan internal telah di susupi penyerang. “serangan DDos terus berlanjut, kita mngkin akan melihat gangguan pada layanan internet sebagai dampaknya”. Kata Synapxe dalam keterangannya seperti dilansir Channel News Asia. Sejumlah layanan Kesehatan public yang terimbas termasuk di antaranya Singapore General Hospital, National University Hospital, Changi General Hospital, dan Tan Tock Seng Hospital. Di samping itu, Synapxe juga melaporkan gangguan serupa yang menyebabkan 46 webiste institusi layanan Kesehatan public, termasuk rumah sakit dan poliklinik serta 1.400 masyarakat dan dokter umum terkena imbas. Synapxe mendeteksi adanya lonjakan traffic jaringan yang tidak normal dari pukul 9.15 sampai 16.30. Lonjakan ini memicu firewall untuk menyaring traffic, sehingga semua layanan Kesehatan tidak dapat di akses. Apa itu DDos dan Penting nya perlindungan DDos Kasus serangan DDos yang menyerang layanan Kesehatan di singapura menunjukan ada nya peningkatan serangan siber yang memanfaatkan traffic pada jaringan. Untuk itu, dibutuhkan proteksi berlapis yang mampu mendeteksi dan mengatasi ancaman siber, salah satu nya serangan DDoS. Melihat pada kasus yang terjadi di singapura, hal ini menunjukan bahwa institusi Kesehatan di Indonesia juga harus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap ancaman serangan DDoS. Seperti yang di ketahui bahwa keamanan yang disediakan pihak ISP tidak lah cukup. Untuk itu, di perlukan, perlindungan tambahan berupa anti DDos yang dapat memblokir saat terjadi nya lonjakan traffic yang tidak normal. Solusi nya adalah imperva, solusi yang dapat melindungi bisnis dari serangan DDoS. Cegah Serangan DDos dengan Perlindungan dari Imperva Solusi perlindungan DDos dari imperva memanfaatkan kapasitas jaringan multi-terabyte dan kemampuan pemprosesan untuk memitigasi serangan DDoS. Perlindungan DDos dapat diterapkan sebagai solusi yang selalu aktif, sesuai dengan permintaan, dalam kondisi darurat, dan dapat dikombinasikan dengan semua layanan cloud imperva untuk memperluas kemampuan perlindungan dan monitoring Imperva menggunakan GRE tunnel untuk reroute traffic ke sumber asal, sekaligus membuat peering untuk penerapan DDoS sesuai dengan permintaan. Selain itu, Imperva juga terintegrasi dengan SIEM untuk mengirimkan log peristiwa ke layanan cloud yang memungkinkan untuk mengimport ke solusi SIEM. Perlindungan DDoS impreva memungkinkan bisnis menyalurkan semua traffic dari internet ke jaringan asal melalui impreva network. Edge router menggunakan border gateway protocol (BGP ) yang mengarahkan routing internet ke data center. Perlindungan DDoS juga dapat digunakan sebagai solusi on-Demand, always-on dan kontigensi yang dapat di kombinasikan dengan semua layanan cloud application security untuk memperluas kemampuan proteksi dan monitoring. Always-on : traffic masuk secara constant akan disalurkan melalui jaringan imperva. On-demand : traffic masuk akan di salurkan melalui jaringan imperva hanya selama terjadi serangan. Contingency : serupa dengan on-demand, tetapi engan jumlah pengalihan jangkauan jaringan yang lebih terbatas untuk mengalihkan traffic melalui jaringan imperva. Biasa nya untuk backup saat terjadi pemadaman. Keuntungan menggunakan Perlindungan DDoS dari Imperva Perlindungan DDoS Imperva memastikan perlindungan komprehensif bagi industry Kesehatan dari ancaman DDoS. Dengan proteksi DDoS layer 3 dan 4 untuk Ip range dan subnet yang meng hosting aplikasi berbasis Ip apapun, berikut keuntungan nya Mitigasi DDoS berbasis BGP Imperva melindungi seluruh jaringan dengan memanfaatkan kapasitas scrubbing multi-terabyte jaringan dan kemampuan memproses paket berkapasitas tinggi untu mengurangi serangan DDoS. Imperva juga mendukung berbagai model deployment, termasuk cross connect, GRE, tunnel dan equinix cloud exchange untuk jaringan tersedia sebagai layanan yang always on atau equest based, dengan memonitoring aliran dan dukungan untuk rerouting manual ataupun otomatis. Amankan aset diseluruh lingkungan cloud Perlindungan DDos Melindungi aset lapisan jaringan apapun, termasuk AWS, Azure, dan Google Cloud, baik di lingkungan cloud yang di host, private cloud atau public cloud. Menghentikan Berbagai Skala Serangan Jaringan global imperva memiliki kapasitas 10Tb per detik dengan memblokir serangan apapun dalam waktu kurang dari tiga detik dan mitigasi selama satu detik Monitoring dan Mitigasi 24/7 Imperva mampu memberikan perlindungan dan monitoring secara kemprehensif selama 24/7 dari tim NOC dan SOC professional. Pelajari Lebih lanjut mengenai Impreva Perlindungan DDos Bersama Qfirewall Saat nya mengenali lebih mendalam Imperva sebelum memulai mengimplemetasikan nya pada bisnis dan beraktivitas Bersama Qfirewall. Dengan Tim IT Bersertifikat dan berkompeten di bidangnya, qfirewall akan membantu mempersingkat proses dan implementasi perangkat impreva. Tertarik untuk mulai implementasi Imperva ? hubungi sales qfirewall@ilogo.co.id
Jenis Firewall yang Beredar serta Kegunaannya
Firewall adalah alat keamanan jaringan yang sangat penting untuk melindungi sistem dan jaringan internal dari serangan yang tidak diinginkan. Firewall membatasi akses jaringan yang diizinkan ke sistem atau jaringan internal dan melindungi sistem dari serangan seperti serangan DDoS, serangan peretasan, dan serangan malware. Di era digital saat ini, jaringan dan sistem komputer digunakan dalam segala bidang, mulai dari perusahaan, instansi pemerintah hingga rumah tangga. Semua itu membutuhkan perlindungan dari serangan yang tidak diinginkan agar dapat berjalan dengan baik. Firewall menjadi salah satu alat yang digunakan untuk melindungi jaringan dari serangan yang tidak diinginkan. Pada artikel ini akan diuraikan mengapa harus memakai firewall dan jenis-jenis dari firewall itu sendiri. Hal ini agar dapat memudahkan untuk membantu melindungi sistem dan jaringan internal dari serangan yang tidak diinginkan. Pengertian firewall Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang digunakan untuk membatasi akses jaringan dan melindungi sistem dari serangan yang tidak diinginkan. Firewall dapat diimplementasikan dalam perangkat keras atau perangkat lunak dan dapat dikonfigurasi untuk hanya mengizinkan trafik yang sesuai dengan aturan yang ditentukan. Firewall dapat digunakan untuk melindungi jaringan internal dari serangan dari luar jaringan, serta untuk membatasi akses jaringan internal ke jaringan eksternal. Mengapa harus menggunakan firewall? Secara umum, firewall memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya: Membatasi akses jaringan: Firewall digunakan untuk membatasi akses jaringan yang diizinkan ke sistem atau jaringan internal. Hal ini dilakukan dengan mengkonfigurasi aturan akses yang menentukan trafik yang diizinkan dan ditolak. Melindungi sistem dari serangan: Firewall dapat digunakan untuk melindungi sistem dari serangan yang tidak diinginkan, seperti serangan DDoS, serangan peretasan, dan serangan malware. Firewall dapat mengidentifikasi serangan yang tidak diinginkan dan memblokir trafik yang berbahaya. Mengontrol akses aplikasi: Firewall next-generation dapat digunakan untuk mengontrol akses aplikasi, yang dapat digunakan untuk membatasi akses aplikasi yang tidak diinginkan atau berbahaya. Mengontrol akses konten: Firewall dapat digunakan untuk mengontrol akses konten yang diizinkan, seperti menyaring konten yang tidak diinginkan seperti situs web yang tidak pantas. Memberikan visibilitas jaringan: Firewall dapat digunakan untuk memberikan visibilitas jaringan, yang dapat digunakan untuk menganalisis aktivitas jaringan dan mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi. Jenis dan kegunaan firewall Ada beberapa jenis firewall yang sering digunakan di perusahaan, di antaranya: Firewall perangkat keras: Firewall ini diimplementasikan dalam perangkat keras fisik yang digunakan untuk membatasi akses jaringan. Ini adalah jenis firewall yang paling umum digunakan di perusahaan karena mudah diinstall dan konfigurasi. Keuntungan dari firewall perangkat keras adalah kinerjanya yang cepat dan stabil, serta kemampuannya untuk menangani trafik jaringan yang tinggi. Firewall perangkat lunak: Firewall ini diimplementasikan dalam perangkat lunak yang diinstall pada komputer atau server. Ini adalah jenis firewall yang digunakan oleh perusahaan yang ingin menghemat biaya pembelian perangkat keras. Keuntungan dari firewall perangkat lunak adalah mudah dikonfigurasi dan dapat digunakan pada berbagai jenis sistem operasi. Firewall Next-Generation: Firewall ini adalah jenis firewall yang menyediakan fitur tambahan seperti Deep Packet Inspection (DPI), Application Control, dan Intrusion Prevention System (IPS) untuk memberikan perlindungan yang lebih baik dari serangan jaringan yang rumit. Firewall next-generation ini menyediakan visibilitas jaringan yang lebih baik dan dapat mengidentifikasi dan memblokir serangan yang didasarkan pada aplikasi. Firewall Cloud-based: Firewall ini diimplementasikan dalam infrastruktur cloud, digunakan oleh perusahaan yang ingin menghemat biaya infrastruktur, mudah dikonfigurasi, dan dapat digunakan untuk melindungi jaringan internal dari serangan dari luar jaringan. Keuntungan dari firewall cloud-based adalah dapat digunakan dari mana saja, karena dapat diakses melalui internet, mudah di skalakan, dan dapat digunakan oleh perusahaan yang memiliki jaringan yang tersebar di beberapa lokasi. Pada dasarnya, firewall merupakan alat yang penting untuk melindungi sistem dan jaringan internal dari serangan yang tidak diinginkan. Dengan menggunakan firewall, sistem dan jaringan internal dapat dipertahankan dari serangan DDoS, serangan peretasan, dan serangan malware. Selain itu, firewall juga dapat membatasi akses jaringan yang diizinkan ke sistem atau jaringan internal, sehingga dapat menjaga privasi dan keamanan data. Namun perlu diingat, sebuah firewall tidak akan dapat melindungi sistem dari serangan yang tidak diinginkan sepenuhnya, namun dapat mengurangi risiko dan memberikan lapisan perlindungan tambahan. Oleh karena itu, perusahaan dan individu harus mempertimbangkan untuk menggunakan firewall untuk melindungi sistem dan jaringan mereka dari serangan yang tidak diinginkan. Segera klik kontak kami apabila Anda memiliki kebutuhan untuk perangkat firewall!
Bahaya Malware dan Peranan Firewall Untuk Mengatasinya
Sebagaimana di alam terbuka, ternyata sebuah ekosistem dapat terganggu akibat serangan dari luar. Termasuk ekosistem jaringan komputer, yang dalam hal ini mendapatkan serangan dari malware. Bagaimana sebuah malware dapat menyusup ke sebuah perangkat? Lalu bagaimana firewall mengatasinya? Selengkapnya di sini! Malware adalah perangkat lunak yang dirancang untuk merusak komputer atau sistem operasi. Ia dapat memiliki berbagai bentuk, seperti virus, trojan, worms, spyware, adware, dan ransomeware. Malware dapat diinstal di komputer melalui berbagai cara, seperti men-download file yang terinfeksi, membuka email yang tidak aman, atau mengunjungi situs web yang tidak aman. Tujuan dari malware adalah untuk mengambil alih kontrol atas komputer atau mencuri informasi pribadi. Jenis-Jenis Malware Berikut ini adalah beberapa jenis malware yang bisa menjadi ancaman bagi bisnis dan perkantoran: Ransomware: Menyerang sistem dan mengunci data penting, lalu menuntut uang tebusan agar data tersebut dapat diakses kembali. Trojan: Menyerang sistem dengan cara menyamar sebagai perangkat lunak atau file yang aman, lalu mengambil alih kontrol atas komputer. Virus: Menyebar dengan cara menyisipkan diri ke dalam file atau perangkat lunak yang sah, lalu menyerang sistem dan merusak data. Spyware: Mengumpulkan informasi pribadi tanpa sepengetahuan pengguna, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, dan data lainnya. Adware: Menampilkan iklan yang tidak diinginkan pada komputer atau perangkat mobile. Untuk mencegah ancaman malware, bisnis dan perkantoran harus mengimplementasikan kebijakan keamanan yang baik, seperti menggunakan antivirus dan firewall, serta memberikan pelatihan kepada karyawan tentang cara menghindari malware Bagaimanan sebuah Malware dapat menyebar? Ada beberapa cara yang biasa digunakan malware untuk menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya, di antaranya: Mengunggah file yang terinfeksi ke situs file sharing atau forum. Pengguna yang men-download file tersebut tanpa menggunakan antivirus yang aktif, bisa saja terinfeksi oleh malware tersebut. Menyisipkan malware ke dalam email yang dikirimkan ke banyak orang. Pengguna yang membuka email tersebut atau mengklik tautan yang terdapat di dalamnya, bisa saja terinfeksi oleh malware. Menggunakan exploit atau celah keamanan pada sistem operasi atau perangkat lunak yang tidak terbaru. Malware bisa menyebar dengan cepat ke komputer yang menggunakan sistem operasi atau perangkat lunak yang sudah usang dan tidak memiliki patch keamanan yang terbaru. Menyebar melalui jaringan peer-to-peer atau jaringan yang terhubung ke internet. Malware bisa menyebar ke komputer lain yang terhubung ke jaringan tersebut, bahkan jika komputer tersebut tidak terhubung secara langsung ke internet. Menyebar melalui media penyimpanan seperti flash drive atau hard disk eksternal. Pengguna yang menghubungkan media penyimpanan tersebut ke komputer tanpa memindai terlebih dahulu dengan antivirus, bisa saja terinfeksi oleh malware yang terdapat di dalamnya. Bagaimana peran Firewall Dalam mencegah Malware? Firewall adalah sistem keamanan yang melindungi jaringan dari serangan malware atau akses yang tidak sah. Firewall mengontrol lalu lintas jaringan dengan menggunakan aturan yang telah ditetapkan, sehingga hanya lalu lintas yang diizinkan yang bisa masuk ke dalam jaringan. Firewall bisa mengatasi malware dengan cara: Memblokir akses ke situs web yang tidak aman atau mengandung malware. Memblokir lalu lintas jaringan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Mencegah malware yang menyembunyikan diri di balik lalu lintas jaringan yang dianggap aman, seperti lalu lintas HTTP atau HTTPS. Melakukan pemindaian terhadap lalu lintas jaringan untuk mencari tanda-tanda keberadaan malware. Namun, firewall tidak bisa menjadi satu-satunya solusi keamanan. Bisnis dan perkantoran harus mengimplementasikan kebijakan keamanan yang komprehensif, seperti menggunakan antivirus dan melakukan update terhadap sistem operasi dan perangkat lunak yang digunakan. Jenis Firewall di pasaran Berikut ini adalah beberapa contoh firewall yang dapat melindungi jaringan dari serangan malware: Windows Firewall: Firewall bawaan dari sistem operasi Windows yang dapat memblokir lalu lintas jaringan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Symantec Endpoint Protection: Firewall yang dapat melindungi jaringan dari serangan malware, termasuk virus, worms, dan trojan. McAfee Firewall: Firewall yang dapat memblokir lalu lintas jaringan yang tidak diizinkan, serta melakukan pemindaian terhadap lalu lintas jaringan untuk mencari tanda-tanda keberadaan malware. ZoneAlarm: Firewall yang dapat memblokir akses ke situs web yang tidak aman, serta memberikan notifikasi kepada pengguna jika terdeteksi aktivitas yang tidak diinginkan. Comodo Firewall: Firewall yang dapat memblokir akses ke situs web yang tidak aman, serta melakukan pemindaian terhadap lalu lintas jaringan untuk mencari tanda-tanda keberadaan malware. Untuk memilih firewall yang tepat, perusahaan harus mempertimbangkan kebutuhan keamanan jaringan yang diinginkan, serta kemampuan teknis yang tersedia. Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan dan mengelola firewall tersebut.
Kegunaan Firewall dalam Bisnis Penting di Perusahaan Anda
Firewall dalam bisnis tentunya merupakan sebuah sistem keamanan yang digunakan untuk melindungi jaringan bisnis dari serangan-serangan yang tidak diinginkan. Firewall bertindak sebagai filter yang mengizinkan atau menolak lalu-lintas data berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan, sehingga hanya data yang diizinkan saja yang dapat masuk ke jaringan bisnis. Implementasi firewall dalam bisnis sangat penting untuk menjaga keamanan jaringan dan data-data penting yang disimpan di dalamnya. Tanpa firewall, jaringan bisnis dapat terancam oleh serangan-serangan jaringan seperti virus, malware, atau ransomware, yang dapat merusak data-data penting atau mengambil alih kontrol jaringan bisnis. Pengertian dan Cara Kerja Firewall dalam Sebuah Perusahaan Firewall adalah sebuah sistem keamanan jaringan yang digunakan untuk melindungi jaringan dari serangan-serangan yang tidak diinginkan. Firewall bertindak sebagai filter yang mengizinkan atau menolak lalu-lintas data berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan, sehingga hanya data yang diizinkan saja yang dapat masuk ke jaringan. Cara kerja firewall adalah dengan memantau lalu-lintas data yang masuk ke jaringan, lalu membandingkannya dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Jika data yang masuk memenuhi aturan-aturan tersebut, maka firewall akan mengizinkan data tersebut masuk ke jaringan. Namun jika data yang masuk tidak memenuhi aturan-aturan, maka firewall akan menolak data tersebut dan tidak mengizinkan masuk ke jaringan. Dengan demikian, firewall dapat melindungi jaringan dari serangan-serangan jaringan seperti virus, malware, atau ransomware, yang dapat merusak data-data penting atau mengambil alih kontrol jaringan. Selain itu, firewall juga dapat membantu menjaga privasi dan keamanan data-data penting, serta meningkatkan produktivitas karyawan dengan menghindari gangguan-gangguan dari luar. Jenis-jenis Firewall Ada beberapa jenis firewall yang dapat digunakan dalam bisnis, diantaranya: Firewall hardware: Firewall jenis ini terdiri dari perangkat fisik yang dipasang di antara jaringan bisnis dan internet, sehingga hanya lalu-lintas data yang memenuhi aturan yang ditetapkan yang dapat masuk ke jaringan bisnis. Firewall software: Firewall jenis ini merupakan aplikasi yang diinstal di komputer-komputer di dalam jaringan bisnis, yang berfungsi untuk mengizinkan atau menolak lalu-lintas data berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan. Firewall jaringan: Firewall jenis ini merupakan kombinasi dari firewall hardware dan software, yang dipasang di router atau perangkat jaringan lainnya di dalam jaringan bisnis. Ini berfungsi untuk melindungi seluruh jaringan bisnis dari serangan-serangan jaringan yang tidak diinginkan Manfaat Firewall dalam Operasional Perusahaan Ada berbagai manfaat firewall dalam perusahaan yang dapat kita ketahui. Yang utama tentu saja melindungi jaringan dari serangan-serangan jaringan yang tidak diinginkan. Berikutnya, tentu menjaga privasi dan keamanan data-data penting, serta meningkatkan produktivitas karyawan dengan menghindari gangguan-gangguan dari luar. Firewall juga dapat mencegah berbagai akses yang tidak sah ke jaringan, mengizinkan akses yang terbatas untuk karyawan tertentu, atau memblokir akses ke situs-situs yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam hal ini, tentu ada langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan firewall dalam perusahaan. Seperti menentukan jenis firewall yang sesuai, menyiapkan perangkat keras dan lunak yang diperlukan, mengatur aturan-aturan untuk firewall, dan melakukan pengujian untuk memastikan firewall berfungsi dengan baik. Sehingga pemasangan firewall tersebut dapat memberikan manfaat dalam operasional perusahaan. Bila perusahaan Anda memiliki kebutuhan untuk firewall, segera hubungi kami dengan klik kontak kami pada tombol di atas.
Gawat! Menurut Sophos, Industri Retail Diincar Ransomware!
Ancaman keamanan siber terbukti semakin mengancam perusahaan Anda. Setelah kejadian hacker Bjorka yang berhasil membobol berbagai data pemerintahan negeri ini mulai banyak perusahaan keamanan siber mengingatkan akan pertahanan perusahaan dalam menangani berbagai ancaman siber. Salah satu ancaman tersebut adalah ransomware, yang kabarnya kini semakin mengincar industri retail. Sophos Rilis Laporan Keadaan Ransomware 2022 Dilansir dari situs resminya, Sophos, baru saja telah menerbitkan survei terbarunya tentang Ransomware dalam industri retail di tahun 2022 ini. Perusahaan global leader next generation Cybersecurity ini menemukan bahwa industri ritel kini memiliki tingkat serangan ransomware tertinggi kedua. Sementara peringkat pertama masih didominasi oleh industri media dan hiburan. Dalam laporan tersebut, dikabarkan bahwa pada tahun lalu, sekitar 77% organisasi retail terkena dampak dari serangan Ransomware. Angka ini meningkat sebanyak 2% dari tahun 2020 yang lalu dengan peningkatan 11% lebih tinggi daripada sektor – sektor lainnya. “Industri retail terus mengalami serangan ransomware tertinggi. Hingga 3 dari 4 perusahaan terkena serangan pada tahun lalu. Kini pertanyaannya bukan lagi bagaimana jika kita terkena serangan tapi kapan perusahaan kita akan terkena serangan siber.” Terang Chester Wisnewski, Principal Research Scientist dari Sophos. Peningkatan Biaya untuk Penebusan Data Menurut Sophos, perusahaan yang dapat bertahan melawan serangan ini tak hanya menggunakan pertahanan berlapis yaitu berbagai program pendukung. Tetapi juga menggunakan personal yang terlatih untuk memantau berbagai serangan dan antisipasinya agar tidak menjadi masalah ang lebih besar. Dengan meningkatnya persentase perusahaan retail yang diserang oleh ransomware, peningkatan pembayaran tebusan bagi mereka yang diserang juga meningkat. Pada tahun 2021, pembayaran tebusan rata-rata adalah US$226.044, meningkat 53% jika dibandingkan dengan tahun 2020 (US$147.811). “Mungkin saat ini berbagai ancaman yang berbeda menyerang industri yang berbeda. Beberapa kelompok ransomware berketerampilan rendah meminta pembayaran tebusan sebesar US$50.000 hingga US$200.000, sedangkan penyerang yang lebih besar dan lebih canggih dengan visibilitas yang meningkat meminta US$1 juta atau lebih,” Praktik Terbaik dari Sophos untuk Terlindung dari Ransomware Berdasarkan temuan survei tersebut, kini para ahli merekomendasikan praktik terbaik untuk perusahaan di berbagai sektor: Pasang dan pertahankan pertahanan berkualitas tinggi di semua titik. Tinjau kontrol keamanan secara teratur dan pastikan terus terupdate untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Secara proaktif untuk mengidentifikasi dan menghentikan serangan sebelum terjadi – jika tim tidak memiliki waktu atau keterampilan untuk melakukan ini secara internal, Anda dapat melakukan outsourcing ke tim Managed Detection and Response (MDR) dari Sophos. Perkuat Infrastruktur IT dengan mencari dan menutup berbagai celah keamanan utama. Seperti perangkat yang tidak dilindungi, dan port RDP yang terbuka. Solusi Extended Detection and Response (XDR) ideal untuk tujuan ini. Selalu bersiap untuk kemungkinan yang terburuk dan perbaharui rencana secara berkala sebagai pengganti skenario insiden terburuk. Selalu buat cadangan data dan lakukan simulasi pemulihan untuk memastikan waktu pemulihan beserta kesulitannya. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang Status Ransomware di Retail 2022, unduh laporan lengkapnya dari Sophos.com . Baca laporan tahun ini untuk mempelajari bagaimana pengalaman organisasi terhadap ransomware telah berkembang selama 12 bulan terakhir, dan dampak ransomware sekarang terhadap korbannya.
Roundup Ransomware : Snatch, BianLian, dan Agenda
Blog ini merupakan hasil terjemahan dan pengembangan dari blog Fortinet terkait dengan perkembangan ransomware dalam dunia internet. Tim qFirewall membantu pembaca untuk menambahkan wawasan singkat mengenai lanskap ransomware yang semakin berkembang dan nantinya mampu melakukan perlindungan. Pembahasan ini mencakup ransomware snatch, BianLian dan Agenda yang biasanya secara keseluruhan ditulis dalam bahasa pemrograman Go atau Golang Platform yang terpengaruh : Microsoft Windows Pihak yang Terdampaak : Pengguna Microsoft Windows Dampak : Mengenkripsi file pada device yang sudah disisipi dan akan meminta tebusan untuk dekripsi file Tingkat Keparahan : Tinggi Snatch Ransomware Mengacu pada situs Fortinet dinyatakan bahwa FortiGuard Labs baru-baru ini menemukan varian baru dari snatch ransomware yang sudah aktif semenjak tahun 2018. Grup dari ransomware snatch membuat berita menjelang akhir tahun 2021 terkait dengan situs kebocoran data produsen mobil dan mencuri informasi yang berkaitan dengan data pengguna dan pembeli. Snatch ransomware merupakan salah satu pengadopsi awal bahasa pemrograman Go karena ransomware yang ditulis dalam Go jauh lebih jarang dibandingkan dengan ransomware lainnya. Snatch Ransomware adalah file encryptor yang mulai dikenal karena menggunakan file “.snake” yang ditambahkan ke file enkripsi. Nama file catatan tebusan juga berbeda dari varian ke varian. Vektor infeksi dari Snatch Ransomware yang sudah terlapor yakni Remote Desktop Protocol credential brute forcing. Microsoft mengaktifkan kebijakan penguncian akun secara default yang dimulai dari windows 11 dan akan mengunci akun user saat melakukan upaya masuk namun gagal. Varian ransomware Snatch terbaru mengenkripsi file di mesin korban dan menambahkan ekstensi “.gaqtfpr” ke file yang terpengaruh. Hal ini akan menampilkan “cara mengembalikan files data Anda.txt” BianLian Ransomware BianLian adalah ransomware yang baru-baru ini mulai menambahkan korban ke situs kebocoran datanya di Tor. Pada tulisan ini, kelompok ransomware telah mengorbankan setidaknya 20 perusahaan sejak Juni 2022. Setiap korban BianLian ditandai untuk negara mereka dan industri tempat mereka berada. Menurut tag yang tersedia, korban ransomware setidaknya ada di AS, Inggris, dan Australia. Sektor industri yang ditargetkan meliputi kesehatan, pendidikan, firma hukum, konstruksi, media, farmasi, pemasaran, resor, dan keuangan. Informasi yang tercantum di halaman-halaman itu termasuk deskripsi perusahaan korban, nama CEO atau presiden perusahaan, pendapatan pribadi mereka, pendapatan, aset, dan pendapatan perusahaan-perusahaan itu, dan informasi apa yang ada dalam dokumen yang bocor. Pelaku ancaman juga memperingatkan para korban bahwa mereka memiliki waktu sepuluh hari untuk membayar uang tebusan. Jika tidak, informasi yang dicuri akan diposting di situs Tor grup ransomware. ntuk memberi tekanan tambahan pada korban, penyerang mengklaim bahwa tautan ke informasi yang dicuri akan dikirim ke pelanggan dan rekan bisnis korban untuk merusak reputasi korban. Korban diinstruksikan untuk menghubungi pelaku ancaman menggunakan Tox atau, sebagai alternatif, melalui email. Karena biaya tebusan dan metode pembayaran tidak ada dalam catatan tebusan, maka akan dibahas dalam negosiasi dengan pelaku ancaman. File yang dienkripsi oleh BianLian ransomware memiliki eksistens file “.bianlian” Agenda Ransomware Agenda ransomware muncul pada pertengahan Juni 2022. Berdasarkan sampel yang relevan dan lokasi pengiriman mereka yang dilaporkan oleh VirusTotal, ransomware berpotensi menginfeksi target di Afrika Selatan, Rumania, Lithuania, India, Thailand, AS, Kanada, dan Indonesia. Vektor infeksi yang dilaporkan dari Agenda ransomware adalah melalui masuk ke server yang menghadap publik menggunakan kredensial yang dicuri. Penyerang kemudian menyebar melalui jaringan korban untuk mengkompromikan mesin tambahan. Agenda ransomware dikerahkan ke mesin yang disusupi setelah penyerang mendapatkan akses ke sejumlah besar perangkat di jaringan. Dalam upaya untuk menghindari deteksi oleh solusi AV, ransomware mengenkripsi file dalam mode aman. Teknik ini telah digunakan oleh beberapa ransomware terkenal lainnya, seperti REvil, BlackMatter, dan AvosLocker. Ekstensi file yang ditambahkan ke file terenkripsi bervariasi dari varian ke varian. Misalnya, jika varian ransomware menggunakan “.fortinet” sebagai ekstensi file, “blog.docx” akan diubah menjadi “blog.fortinet”. Nama catatan tebusan dimulai dengan ekstensi file yang ditambahkan ke file yang terpengaruh, diikuti oleh “-RECOVER-README.txt”. Bagaimana qFirewall Dapat Membantu? qFirewall dapat membantu Anda menggunakan Firewall ternama yang sudah dilengkapi dengan web filtering, antivirus dan juga menyediakan jasa SOC 24/7. SOC 24/7 dari qFirewall Indonesia akan menghindari Anda dari serangan ransomware. Tim SOC qFirewall akan membantu Anda dalam proses monitoring, deteksi varian ransomware dan memberikan report untuk melakukan upgrade ataupun perbaikan jika terdapat hal-hal yang dapat mengancam data Anda. Anda dapat menggunakan layanan subscribe bulanan atau Hubungi sales@qfirewall untuk informasi lebih lanjut
Cara Mencegah Serangan Ransomware
Artikel ini diterjemahkan dari sini. Tren serangan ransomware terus berkembang, dan iterasi saat ini tidak terkecuali. Selama setahun terakhir, aktor jahat telah menyerang organisasi perawatan kesehatan, uji coba medis, sekolah, dan agen pengiriman. Mempertimbangkan dampak serangan modern ini terhadap organisasi di mana pun, apa pun industrinya, profesional keamanan harus selalu siap untuk mengamankan sistem, jaringan, dan perangkat lunak mereka dengan cara baru. Menurut laporan lanskap ancaman global FortiGuard Labs baru-baru ini, ransomware tetap menjadi ancaman produktif yang meningkat pada tahun 2020 dan menjadi lebih mengganggu. Memiliki software Endpoint Security dan device protection solution, akan memungkinkan organisasi Anda untuk mengamankan setiap pengguna dan perangkat di dalam dan di luar jaringan dengan respons tingkat lanjut. Berikut tips dan trip mencegah serangan ransomware. Bagaimana Serangan Ransomware Terjadi? Ransomware sebagai metodologi serangan berpotensi menyebabkan kerusakan parah. Serangan tingkat lanjut membutuhkan beberapa detik untuk menyusupi endpoint dan serangan ransomware membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyebabkan kerusakan pada sistem dan infrastruktur Anda sehingga sangat penting untuk memastikan kesiapan organisasi Anda. Ketika serangan canggih terjadi, dampaknya melampaui kerugian finansial dan kurangnya produktivitas yang sering dikaitkan dengan down system. Sebaliknya, para peneliti ancaman semakin melihat versi terenkripsi dari data yang diposting online – tidak hanya disimpan untuk tebusan – bersama dengan ancaman bahwa jika tebusan tidak dibayarkan, semua data akan dirilis ke publik atau dijual kepada pembeli. Akibatnya, organisasi mulai muncul di Dark Net dengan model bisnis yang berpusat pada negosiasi tebusan. Dan meskipun sistem seperti ini mungkin terdengar seperti perbaikan yang mudah, namun sebenarnya dapat memiliki efek negatif jangka panjang, termasuk normalisasi perilaku kriminal. Selanjutnya, saat sistem TI dan OT bertemu, tren serangan ransomware mulai menargetkan jenis data dan teknologi baru. Perangkat dan sensor lapangan telah menjadi target baru, mengakibatkan pelaku jahat mengalihkan fokus mereka dari jaringan perusahaan ke tepi OT. Pada gilirannya, jaringan listrik, infrastruktur manajemen transportasi, sistem medis, dan sumber daya penting lainnya semakin terancam dibandingkan sebelumnya. Dan pergeseran ini berdampak lebih dari informasi sensitif. Di tepi OT, perangkat Industrial Internet of Things (IIoT) ini juga bertanggung jawab atas keselamatan fisik orang-orang, yang menunjukkan tingkat keparahan serangan pada jaringan ini. Keputusan Sulit untuk Dibuat Ketika terkena dampak serangan ransomware, beberapa organisasi mungkin merasa lebih mudah untuk membayar daripada tim TI mereka menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencoba memulihkan data, sementara operasi bisnis tetap terhenti. Tapi ini tidak selalu terjadi. Untuk mengingatkan organisasi tentang fakta ini, Departemen Keuangan AS memperingatkan bahwa memfasilitasi pembayaran uang tebusan atas nama korban dunia maya dapat mengakibatkan konsekuensi hukum, karena ini menjadi preseden buruk bagi penjahat dunia maya lainnya. Perlu juga dicatat bahwa membayar uang tebusan tidak menjamin bahwa ancaman akan hilang seketika. Dalam beberapa kasus, informasi yang oleh organisasi bekerja keras untuk dilindungi telah terungkap dan dapat menyebabkan masalah tambahan jangka panjang. Bagaimana Mencegah Serangan Ransomware Penyerang tahu bahwa pengguna akhir adalah aset dengan target tinggi dan bernilai tinggi. Ransomware memanfaatkan serangan rekayasa sosial, memangsa ketakutan sebagai cara untuk mengeksekusi kode berbahaya pada perangkat. Dengan pemikiran ini, kebersihan dunia maya harus dimulai sebagai percakapan tingkat dewan. Pendekatan top-down untuk membuat strategi mitigasi ransomware yang kuat meliputi: Terus memberikan informasi terbaru kepada karyawan tentang metodologi serangan manipulasi psikologis baru sehingga mereka tahu apa yang harus diwaspadai. Menetapkan strategi zero-trust access (ZTA) yang mencakup segmentasi dan mikro-segmentasi. Mencadangkan data secara teratur, menyimpannya secara offline dan di luar jaringan untuk memastikan pemulihan yang cepat. Mengenkripsi semua data di dalam jaringan untuk mencegah pemaparan. Mempraktikkan strategi respons secara teratur untuk memastikan semua pihak yang bertanggung jawab tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan, sehingga mengurangi waktu henti. Menerapkan postur keamanan yang kuat yang mencakup keamanan titik akhir berbasis perilaku untuk secara otomatis mendeteksi dan meredakan potensi ancaman secara real time, bahkan pada host yang sudah terinfeksi. Tambalan, Tambalan, Tambalan. Out-of-Band, darurat, patch akan terjadi. Organisasi perlu memiliki rencana melalui proses kontrol perubahan untuk memastikan mereka dapat menanggapi tambalan darurat. Bersikap serius tentang pelatihan dan kesadaran keamanan siber bagi karyawan serta keluarga dan siswa. Rumah adalah cabang baru hari ini dan vektor menjadi jaringan inti. Memprioritaskan Kolaborasi untuk menghadapi dan Mencegah Serangan Ransomware Faktor kunci lain untuk mengembangkan postur keamanan yang kuat adalah bekerja dengan semua pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk penegak hukum. Lebih banyak data memastikan respons yang lebih efektif. Karena itu, profesional keamanan siber harus secara terbuka bermitra dengan penegak hukum global atau regional, seperti US-CERT. Berbagi intelijen dengan penegak hukum dan organisasi keamanan global lainnya adalah satu-satunya cara untuk secara efektif membasmi kelompok kejahatan dunia maya. Hanya mengalahkan satu insiden ransomware di satu organisasi tidak mengurangi dampak keseluruhan dalam industri atau kelompok sejawat. Penjahat dunia maya telah diketahui menargetkan banyak perusahaan, vertikal, sistem, jaringan, dan perangkat lunak. Untuk membuat serangan lebih sulit dan intensif sumber daya bagi penjahat dunia maya, entitas publik dan swasta harus bekerja sama dengan berbagi informasi ancaman dan data serangan. Kemitraan swasta-publik juga membantu korban memulihkan data terenkripsi mereka, yang pada akhirnya mengurangi risiko dan biaya yang terkait dengan serangan tersebut. Ketika entitas swasta dan publik bekerja sama, mereka juga memperluas visibilitas. Misalnya, bank mungkin mengalami serangan ransomware tetapi gagal membagikan informasi secara bertanggung jawab kepada penegak hukum. Penegak hukum yang bekerja dengan perusahaan kartu kredit juga dipengaruhi oleh kelompok kejahatan dunia maya yang sama membutuhkan informasi tersebut untuk memahami cakupan penuh organisasi kriminal tersebut. Kejahatan dunia maya tidak memiliki batasan. Intelijen ancaman yang dapat ditindaklanjuti dengan visibilitas global membantu sektor swasta dan publik beralih dari mengambil pendekatan reaktif menjadi proaktif. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai produk Fortinet, silakan hubungi kami di sini. Product Specialist kami akan segera membantu Anda.