Skip to content
  • Jakarta - Indonesia
  • sales@qfirewall.id
  • 021-53660861
  • Jakarta - Indonesia
  • Beranda
  • Produk
    • Firewall Fortinet
    • Firewall Cisco
    • Firewall Checkpoint
    • Firewall Forcepoint
    • Firewall Juniper
    • Firewall Palo Alto
    • Firewall Sophos
    • Firewall Sonicwall
  • Jasa
    • Jasa Instalasi Firewall
    • SOC 24×7
    • Apps Security 24×7
  • Youtube Channel
  • Tentang Kami
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • Firewall Fortinet
    • Firewall Cisco
    • Firewall Checkpoint
    • Firewall Forcepoint
    • Firewall Juniper
    • Firewall Palo Alto
    • Firewall Sophos
    • Firewall Sonicwall
  • Jasa
    • Jasa Instalasi Firewall
    • SOC 24×7
    • Apps Security 24×7
  • Youtube Channel
  • Tentang Kami
  • Blog
  • Hubungi Kami
qstorage.png

Tag: Zero Trust

August 5, 2026

Sophos Fusion: Keamanan AI untuk Next-Generation Firewall

Memahami Kekuatan Sophos Fusion dalam Dunia Siber Sophos Fusion hadir sebagai jawaban atas tantangan keamanan siber yang semakin kompleks di era digital saat ini. Platform pertahanan siber berbasis AI ini mengintegrasikan Sophos Firewall, endpoint, identitas, email, cloud, dan layanan keamanan terkelola ke dalam satu sistem terpadu. Oleh karena itu, organisasi kini dapat mendeteksi dan merespons berbagai ancaman dengan kecepatan AI yang luar biasa. Dahulu, perangkat keamanan bekerja secara terpisah dan menciptakan celah bagi peretas. Namun, dengan teknologi ini, setiap komponen keamanan kini saling berkomunikasi secara otomatis. Hal ini memastikan infrastruktur IT perusahaan Anda tetap aman dari serangan modern yang terus berkembang setiap harinya. Firewall Kini Menjadi Bagian dari Ekosistem Terpadu Dalam pendekatan tradisional, banyak perusahaan menganggap Next-Generation Firewall sebagai perangkat yang berdiri sendiri. Namun, Sophos mengubah paradigma tersebut melalui integrasi yang lebih cerdas. Kini, firewall tidak hanya menjaga perimeter, tetapi juga bertindak sebagai pusat pertukaran informasi ancaman. Data dari berbagai endpoint, layanan cloud, dan email dikumpulkan menjadi satu dalam Sophos Fusion. Selanjutnya, informasi ancaman ini dibagikan secara real-time ke seluruh sistem. Sebagai hasilnya, kecepatan deteksi dan respons terhadap insiden keamanan menjadi jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Perlindungan Berbasis AI untuk Menangkal Serangan Modern Serangan siber saat ini sering memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menembus sistem keamanan tradisional. Untuk melawan hal tersebut, platform ini menawarkan keunggulan utama dalam deteksi ancaman. Berikut adalah beberapa kapabilitas unggulan yang ditawarkan: Analisis ancaman mendalam berbasis AI yang mampu memprediksi pola serangan. Korelasi data keamanan yang akurat dari berbagai sumber infrastruktur. Otomatisasi penuh dalam investigasi setiap insiden keamanan yang terdeteksi. Respons terkoordinasi secara otomatis di seluruh lapisan infrastruktur TI. Oleh karena itu, tim IT perusahaan Anda dapat mengurangi beban kerja manual secara signifikan. Selain itu, platform ini juga mempercepat proses pemulihan saat terjadi serangan siber yang tidak terduga. Integrasi Fleksibel dengan 500+ Teknologi Salah satu tantangan terbesar perusahaan adalah keterbatasan investasi perangkat lama. Untungnya, Sophos Fusion dirancang untuk mendukung integrasi dengan lebih dari 500 produk keamanan dan TI. Anda tidak perlu mengganti seluruh infrastruktur untuk meningkatkan level keamanan. Fleksibilitas ini memungkinkan organisasi untuk menggabungkan solusi dari berbagai vendor ke dalam satu platform manajemen. Dengan demikian, administrator mendapatkan visibilitas penuh terhadap jaringan tanpa kerumitan teknis. Langkah ini sangat efektif dalam menjaga efisiensi biaya operasional perusahaan. Transformasi Firewall Menjadi Perangkat yang Lebih Adaptif Dengan integrasi ekosistem yang luas, firewall kini menjadi komponen yang sangat adaptif. Kemampuan utamanya meliputi pemblokiran koneksi berbahaya berdasarkan data intelijen terbaru. Selain itu, sistem dapat berbagi indikator ancaman secara instan dengan solusi keamanan lainnya. Jika sebuah perangkat terindikasi terinfeksi, sistem akan segera mengisolasinya secara otomatis. Selain itu, dukungan terhadap arsitektur Zero Trust memberikan kontrol akses yang lebih cerdas dan aman bagi setiap pengguna. Inilah yang membuat keamanan jaringan menjadi lebih proaktif daripada sekadar reaktif. Solusi Ideal untuk Organisasi Modern Dunia kerja saat ini menuntut mobilitas tinggi dan aksesibilitas yang luas. Oleh sebab itu, Sophos Fusion hadir untuk mendukung lingkungan kerja yang dinamis. Platform ini sangat cocok untuk organisasi yang mengelola aspek berikut: Lingkungan hybrid cloud yang kompleks dan menuntut perlindungan berlapis. Arsitektur multi-cloud yang memerlukan manajemen terpusat. Kantor cabang yang tersebar di berbagai lokasi geografis. Remote workforce atau pekerja jarak jauh yang mengakses data perusahaan. Data center modern yang membutuhkan standar keamanan tingkat tinggi. Kesimpulannya, investasi pada platform ini adalah langkah strategis untuk masa depan IT perusahaan Anda. Keamanan yang terintegrasi akan menjaga aset digital perusahaan dari ancaman siber yang semakin canggih. Qfirewall Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Qfirewall. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
August 4, 2026

SonicWall Generation 8: Firewall dengan Zero Trust Terpadu

Mengenal Inovasi SonicWall Generation 8 untuk Keamanan Siber SonicWall Generation 8 hadir sebagai solusi revolusioner dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Perusahaan ini baru saja meluncurkan sembilan model Next-Generation Firewall (NGFW) terbaru. Perangkat ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Managed Service Providers (MSP), Managed Security Service Providers (MSSP), dan pelanggan enterprise di seluruh dunia. Dunia digital saat ini menghadapi tantangan keamanan yang sangat dinamis. Oleh karena itu, SonicWall mengubah paradigma firewall dari sekadar perangkat jaringan menjadi platform keamanan yang utuh. Pendekatan ini memastikan setiap organisasi mendapatkan perlindungan maksimal dengan manajemen yang jauh lebih efisien. Keunggulan Utama Teknologi Firewall Terbaru SonicWall memahami bahwa ancaman modern memerlukan kecepatan dan ketepatan. Generasi terbaru ini menggabungkan perlindungan tingkat lanjut dengan manajemen berbasis cloud yang intuitif. Berikut adalah fitur-fitur unggulan yang ditawarkan oleh perangkat ini: Sembilan Model Firewall: Pilihan perangkat yang variatif untuk berbagai skala bisnis. Zero Trust Network Access (ZTNA): Integrasi langsung pada perangkat untuk keamanan akses yang lebih ketat. SonicWall Unified Management: Konsol cloud tunggal untuk mengelola kebijakan keamanan secara terpusat. SonicSentry Co-Managed Security: Layanan pemantauan langsung dari tim ahli keamanan SonicWall. Cyber Warranty: Jaminan keamanan bawaan yang memberikan ketenangan pikiran bagi para pengguna. Sederhanakan Operasional dengan Manajemen Terpadu Kompleksitas sering kali menjadi musuh utama bagi tim IT. Melalui fitur SonicWall Unified Management, administrator kini bisa bekerja dengan jauh lebih mudah. Anda tidak perlu lagi berpindah-pindah antar aplikasi untuk melakukan konfigurasi yang berbeda. Selanjutnya, konsol ini memungkinkan pengelolaan firewall di berbagai lokasi secara bersamaan. Anda dapat mengatur kebijakan keamanan jaringan, konfigurasi perangkat, hingga kontrol akses pengguna dalam satu dasbor. Hasilnya, operasional perusahaan menjadi lebih ramping, hemat biaya, dan minim kesalahan manusia. Mengapa MSP dan MSSP Memilih SonicWall? Bagi penyedia layanan keamanan, skalabilitas adalah faktor kunci kesuksesan. SonicWall Generation 8 dirancang untuk mendukung mitra MSP dan MSSP dalam memberikan layanan terbaik. Mereka dapat menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan keamanan dalam satu model langganan yang fleksibel. Sebagai contoh, mitra dapat memperluas jangkauan layanan mereka tanpa harus menambah beban kerja tim internal. Hal ini terjadi karena integrasi teknologi yang mulus antara perangkat keras dan manajemen cloud. Dengan demikian, kualitas layanan kepada klien akhir akan tetap terjaga dengan performa keamanan yang optimal. Visi Strategis di Balik Peluncuran Produk Presiden dan CEO SonicWall, Bob VanKirk, menegaskan bahwa peluncuran ini adalah bagian dari strategi platform keamanan terpadu. Menurut beliau, kombinasi performa tinggi dan manajemen cloud adalah kunci masa depan. Zero Trust kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi setiap organisasi yang serius menjaga aset data mereka. Cyber Warranty yang disertakan pada perangkat tertentu juga membuktikan komitmen SonicWall terhadap kualitas. Inovasi ini memberikan perlindungan komprehensif yang jarang ditemukan pada produk firewall tradisional lainnya. Kesimpulannya, SonicWall ingin memastikan setiap pelanggan memiliki fondasi keamanan yang tangguh di tengah maraknya serangan siber global. Transformasi Keamanan Siber untuk Masa Depan Dunia teknologi terus berubah dengan cepat. Mengadopsi teknologi SonicWall Generation 8 berarti Anda berinvestasi pada masa depan bisnis yang lebih aman. Dengan integrasi ZTNA dan manajemen cloud, Anda siap menghadapi ancaman apa pun di masa depan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan Anda. Kami siap membantu Anda menerapkan teknologi keamanan terbaik untuk melindungi aset berharga bisnis Anda dari berbagai ancaman siber yang kian berkembang. Qfirewall Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Qfirewall. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Read More
July 7, 2026July 7, 2026

Palo Alto Networks dan Deutsche Telekom: Keamanan AI Terbaik

Revolusi Keamanan Siber dengan Palo Alto Networks dan Deutsche Telekom Palo Alto Networks dan Deutsche Telekom baru saja mengumumkan kemitraan strategis yang sangat dinantikan. Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan solusi keamanan siber berbasis AI. Solusi ini dirancang khusus bagi organisasi yang beroperasi dalam industri dengan persyaratan regulasi tinggi. Oleh karena itu, perusahaan kini memiliki senjata baru dalam melawan ancaman siber yang semakin kompleks. Kemitraan ini menggabungkan keunggulan teknologi global dari Palo Alto Networks dengan infrastruktur telekomunikasi terpercaya milik Deutsche Telekom. Fokus utama mereka adalah memberikan proteksi maksimal tanpa melanggar aturan privasi data. Selanjutnya, mari kita bedah bagaimana teknologi ini mengubah peta persaingan keamanan jaringan modern. Keamanan AI untuk Lingkungan Enterprise yang Tangguh Dalam dunia digital saat ini, ancaman siber terus berkembang setiap detiknya. Melalui kolaborasi ini, Palo Alto Networks menghadirkan platform keamanan yang sangat komprehensif. Platform tersebut mencakup Next-Generation Firewall (NGFW) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, sistem ini menerapkan prinsip Zero Trust untuk setiap lapisan akses. Integrasi AI dalam platform ini mampu melakukan pencegahan ancaman secara otomatis dan real-time. Dengan kata lain, sistem dapat mendeteksi celah keamanan sebelum penyerang mengeksploitasinya. Di sisi lain, kontrol kedaulatan data menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi perusahaan besar. Hal ini memastikan bahwa data sensitif tetap berada dalam kendali organisasi sesuai regulasi yang berlaku. Mengapa Industri Teregulasi Sangat Membutuhkan Solusi Ini? Beberapa sektor industri memiliki tuntutan kepatuhan yang sangat ketat. Sektor-sektor tersebut antara lain adalah pemerintahan, layanan keuangan, kesehatan, serta infrastruktur kritis. Ancaman terhadap sektor ini bukan hanya masalah teknis, melainkan masalah keamanan nasional dan privasi publik. Oleh karena itu, penggunaan firewall tradisional seringkali tidak lagi cukup untuk menangani beban kerja modern. Dengan solusi dari Palo Alto Networks dan Deutsche Telekom, organisasi di sektor ini mendapatkan keuntungan nyata. Pertama, mereka mendapatkan visibilitas jaringan yang jauh lebih baik. Kedua, mereka dapat memenuhi persyaratan kedaulatan data tanpa mengorbankan kecepatan. Sebagai contoh, rumah sakit dapat memproses data pasien dengan aman tanpa melanggar undang-undang privasi yang berlaku di wilayahnya. Peran Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Ancaman Pemanfaatan teknologi AI menjadi inti dari efektivitas platform ini. AI mampu mengidentifikasi ancaman baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Proses ini terjadi secara otomatis melalui analisis trafik jaringan yang mendalam. Selain itu, sistem secara signifikan mengurangi tingkat false positive yang sering mengganggu tim operasional keamanan. Hasilnya, tim keamanan dapat bekerja lebih efisien. Mereka tidak lagi tenggelam dalam ribuan notifikasi yang tidak relevan. Sebaliknya, mereka dapat fokus pada ancaman nyata yang benar-benar memerlukan intervensi manusia. Dengan demikian, efektivitas operasional tim keamanan akan meningkat drastis dalam jangka panjang. Fokus Utama pada Kedaulatan Data Kontrol kedaulatan data (data sovereignty) merupakan aspek paling krusial dalam kerja sama ini. Banyak organisasi merasa ragu menggunakan layanan berbasis cloud karena takut data mereka dikelola di luar wilayah yurisdiksi. Namun, platform ini menjawab keraguan tersebut dengan memberikan kendali penuh kepada pelanggan. Pelanggan dapat menentukan di mana data mereka disimpan dan bagaimana data tersebut diproses. Inilah yang membuat kemitraan ini sangat menarik bagi pasar Eropa. Meskipun demikian, model ini juga dapat diterapkan di kawasan lain yang memiliki aturan ketat mengenai proteksi data pelanggan. Manfaat Strategis bagi Pelanggan Ada berbagai manfaat nyata yang bisa dirasakan oleh pelanggan dari kolaborasi ini. Pertama, organisasi mendapatkan perlindungan jaringan yang jauh lebih cerdas. Kedua, platform ini sangat fleksibel untuk diimplementasikan baik di lingkungan hybrid maupun cloud sepenuhnya. Dengan kata lain, perusahaan tidak perlu merombak total infrastruktur mereka untuk mendapatkan keamanan tingkat tinggi. Sebagai partner resmi, Qfirewall Indonesia selalu mendukung transformasi keamanan siber untuk bisnis di Indonesia. Kami menyediakan akses ke solusi terbaik termasuk Palo Alto Networks, Fortinet, hingga Checkpoint. Kami berkomitmen membantu perusahaan membangun infrastruktur yang tangguh menghadapi ancaman siber masa kini. Kesimpulan Kemitraan antara Palo Alto Networks dan Deutsche Telekom memberikan standar baru dalam keamanan siber. Dengan menggabungkan teknologi NGFW, AI, dan kedaulatan data, mereka membuktikan bahwa keamanan dan kepatuhan bisa berjalan beriringan. Kesimpulannya, solusi ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat bernilai bagi organisasi mana pun. Bagi perusahaan yang mencari solusi keamanan siber terbaik, Qfirewall Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya. Kami merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia yang berpengalaman dalam menyediakan infrastruktur IT dan layanan cybersecurity. Jangan biarkan bisnis Anda rentan terhadap serangan; hubungi kami untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut mengenai implementasi keamanan modern.

Read More
September 14, 2021September 21, 2022

Bagaimana Cara Keamanan Zero Trust bekerja?

Strategi Keamanan Zero Trust beroperasi dengan premis bahwa ada ancaman konstan baik di luar maupun di dalam jaringan. Zero Trust juga mengasumsikan bahwa setiap upaya untuk mengakses jaringan atau aplikasi adalah ancaman. Filosofi keamanan jaringan ini menyatakan bahwa, tidak seorang pun di dalam atau di luar jaringan bisa dipercaya sampai identitas mereka diverifikasi secara menyeluruh. Asumsi ini mendasari strategi administrator jaringan, mengharuskan mereka untuk merancang langkah-langkah keamanan yang ketat dan trustless. Ada anggapan yang terlalu umum bahwa menerapkan arsitektur Zero Trust memerlukan perombakan total pada jaringan Anda. Tentu ada beberapa pekerjaan berat yang diperlukan. Namun, implementasi yang berhasil adalah tentang memiliki framework yang tepat dipasangkan dengan alat yang tepat untuk dieksekusi. Setiap environtment harus memiliki Zero Trust yang konsisten. Ini adalah pergeseran budaya, yang seringkali menjadi perubahan yang lebih besar daripada pergeseran teknologi. Ini melibatkan pola pikir dan komitmen untuk mengubah cara akses diberikan dan bagaimana keamanan dipertahankan di seluruh organisasi. Strategi Keamanan Zero Trust Menentukan Akses dan Kebutuhan yang Tepat Langkah pertama dalam merancang arsitektur Zero Trust adalah memutuskan siapa yang diizinkan melakukan apa dan hal ini dapat menjadi peningkatan terberat. Anda perlu menentukan siapa yang mendapatkan akses ke sumber daya mana, dan itu didasarkan pada sumber daya apa sehingga setiap individu dapat melakukan pekerjaan mereka. Setelah itu, Anda perlu memastikan perangkat yang digunakan orang-orang diberi pengaman dengan benar. Membangun Zero Trust Access (ZTA) melibatkan kontrol akses aplikasi yang luas, teknologi kontrol akses jaringan yang berkuasa, dan kemampuan otentikasi yang kuat. Salah satu aspek Zero Trust Access yang berfokus pada pengendalian akses ke aplikasi adalah Zero Trust Network Access (ZTNA). ZTNA memperluas prinsip ZTA untuk memverifikasi pengguna dan perangkat sebelum setiap sesi aplikasi untuk mengonfirmasi bahwa mereka sesuai dengan kebijakan organisasi/perusahaan untuk mengakses aplikasi tersebut. ZTNA mendukung otentikasi multi-faktor untuk mempertahankan tingkat verifikasi tertinggi. Menggunakan model Zero Trust untuk akses aplikasi atau ZTNA memungkinkan organisasi/perusahaan untuk tidak terlalu bergantung pada tembusan virtual private network (VPN) tradisional untuk mengamankan aset yang diakses dari jarak jauh. VPN sering kali menyediakan akses tak terbatas ke jaringan. Sayangnya hal ini yang memungkinkan pengguna atau malware bergerak menyusup secara lateral melintasi jaringan mencari sumber daya untuk dieksploitasi. Namun, ZTNA menerapkan kebijakan secara merata, baik pengguna di dalam maupun di luar jaringan. Jadi, sebuah organisasi memiliki perlindungan yang sama, dari mana pun pengguna terhubung. Penting juga untuk memastikan pengguna tidak memiliki tingkat akses yang tidak tepat atau berlebihan. Mengadopsi praktik ZTA dalam menerapkan hak istimewa “akses terkecil” sebagai bagian dari manajemen akses berarti bahwa jika akun pengguna disusupi, musuh dunia maya hanya memiliki akses ke sebagian aset perusahaan yang dibatasi. Ini mirip dengan segmentasi jaringan tetapi berdasarkan per orang. Pengguna hanya boleh diizinkan untuk mengakses aset yang mereka butuhkan khusus untuk peran pekerjaan mereka. Memastikan Semua Perangkat Aman dengan Zero Trust Keamanan perangkat juga memainkan peran penting dalam penerapan kebijakan keamanan Zero Trust yang efektif. Sangat penting untuk memastikan bahwa perangkat yang digunakan orang telah diamankan dengan benar. Ini sangat penting karena perangkat IoT semakin banyak dan menjadi target yang lebih besar bagi para penyerang siber (cyberattackers). Karena perangkat IoT tidak memiliki kemampuan untuk menginstal perangkat lunak dan tidak memiliki fitur keamanan bawaan, perangkat tersebut pada dasarnya “tanpa kepala”. Seiring kemajuan teknologi, begitu pula keterkaitan ekosistem IoT dengan jaringan perusahaan dan keseluruhan internet. Konektivitas baru dan perluasan perangkat berkemampuan IP ini berarti perangkat IoT telah menjadi target utama bagi penjahat siber. Sebagian besar perangkat IoT tidak dirancang dengan mempertimbangkan keamanan. Ada banyak yang tidak memiliki sistem operasi tradisional atau bahkan daya pemrosesan dan memori yang cukup untuk memasukkan fitur keamanan. Manfaat ZTA adalah dapat mengotentikasi endpoint dan perangkat IoT untuk membangun dan memelihara kontrol manajemen yang menyeluruh. Manfaat lainnya adalah memastikan visibilitas setiap komponen yang terhubung ke jaringan. Untuk perangkat IoT tanpa kepala, solusi network access control (NAC) dapat melakukan penemuan dan kontrol akses. Dengan menggunakan kebijakan NAC, organisasi dapat menerapkan prinsip-prinsip Zero Trust dari akses paling sedikit ke perangkat IoT, hanya memberikan akses jaringan yang cukup untuk menjalankan peran mereka. Kebijakan Keamanan Zero Trust yang Kuat Karena perimeter jaringan terus melebur (sebagian karena teknologi edge computing dan pergeseran global ke kerja jarak jauh). Organisasi/perusahaan harus memanfaatkan setiap manfaat keamanan yang ada. Hal itu termasuk mengetahui bagaimana menerapkan strategi keamanan Zero Trust. Karena ada begitu banyak ancaman dari luar dan dalam, sangat tepat untuk memperlakukan setiap orang dan hal yang mencoba untuk masuk ke jaringan dan aplikasinya sebagai ancaman. Langkah-langkah keamanan Zero Trust tidak memerlukan perbaikan jaringan total tetapi menghasilkan pelindung jaringan yang lebih kuat. Dengan melakukan kerja keras di awal untuk membangun Zero Trust Access dan Zero Trust Network Access, Anda telah meningkatkan kecerdasan keamanan Anda. Cari tahu bagaimana platform Fortinet Security Fabric memberikan perlindungan yang luas, terintegrasi, dan otomatis di seluruh permukaan serangan digital organisasi/perusahaan untuk memberikan keamanan yang konsisten di semua jaringan, endpoint, dan cloud. Silakan hubungi qFirewall.id untuk mendapatkan informasi mengenai produk Zero Trust. Kami siap membantu Anda. Artikel ini diterjemahkan dari sini.   Hubungi    

Read More
July 13, 2021July 13, 2021

Tiga Cara Sederhana untuk Mengamankan Perangkat IoT Enterprise

Artikel ini adalah hasil terjemahan dari sini. IoT atau internet of things, ada di mana-mana, termasuk di dalam lingkungan perusahaan Anda. Kehadiran IOT adalah hal yang sangat bagus. IoT telah menjadi berkah bagi perusahaan, mengapa? Karena dapat membuat karyawan lebih produktif dan memungkinkan proses penting dalam bisnis berjalan lebih lancar, intuitif, dan efisien. Namun teknologi yang sama juga membuat perusahaan Anda lebih rentan dalam banyak hal. Ambil contoh Verkada, startup keamanan gedung IoT yang diretas pada tahun 2021, memperlihatkan rekaman dari lebih dari 150.000 kamera pengintai yang terhubung milik 95 pelanggan. Tulisan ini akan mengeksplorasi kasus penggunaan paling umum untuk IoT di perusahaan, bersama dengan beberapa kerentanan terbesar yang diciptakannya. Kami kemudian akan mengeksplorasi tiga cara agar perusahaan Anda yang terhubung dengan IoT tetap produktif dan tetap aman dari threat. Jangkauan Luas Enterprise IoT Saat ini, tidak mungkin untuk membayangkan melepaskan IoT, karena itu menjadi suatu keharusan di setiap lingkungan enterprise. Sebagian besar teknologi IoT dalam pengaturan perusahaan termasuk dalam satu atau lebih dari tiga kategori: Teknologi Smart-Building: Elevator, termostat, sistem HVAC, smart-lighting hub Teknologi Smart Office: Pembaca ID, kamera, router Teknologi Smart Business: Conferencing equipment, smart TVs, smart boards, asisten virtual seperti Alexa Meskipun perangkat ini tentu berguna, mereka juga menciptakan kelemahan dalam keamanan jaringan yang telah Anda rancang dengan cermat. Misalnya, dalam pembobolan Verkada, kamera cctv yang diretas memberi hacker tampilan dalam fasilitas termasuk penjara, sekolah, perusahaan, dan bahkan produsen mobil Tesla. Verkada sebelumnya mengklaim sistemnya “tidak dapat diretas,” namun setelah penyelidikan, terungkap fakta bahwa budaya perusahaan yang lemah dan tidak profesional yang seharusnya menimbulkan tanda bahaya. Pembobolan Verkada bukanlah hal yang unik; pada kenyataannya, terlalu banyak situasi seperti ini baru-baru ini terungkap. Pesan penting di sini adalah Anda perlu memahami kelemahan bawaan dalam keamanan IoT sehingga Anda dapat mengambil langkah untuk melindungi data sensitif perusahaan Anda sendiri. Mengapa IOT Rentan? Seperti yang disoroti oleh insiden Verkada, perangkat IoT hadir dengan beberapa kelemahan intrinsik yang membuatnya tidak dapat diterima sebagai risiko keamanan: Kurangnya standarisasi menciptakan perangkat “gado-gado” Pendekatan keamanan yang lemah, termasuk kata sandi yang lemah atau tidak ada sama sekali Arsitektur, firmware, perangkat lunak yang ketinggalan zaman dan tidak dapat ditambal Jumlah perangkat yang lebih besar memperluas permukaan serangan dan membuka kemungkinan botnet campaign Akibatnya, sangat mudah bagi peretas untuk mendapatkan akses ke perangkat ini dan merusak perangkat IoT itu sendiri atau bergerak ke samping untuk merusak sistem yang sangat penting dan mencuri informasi pengenal pribadi (PII) pelanggan atau karyawan, kekayaan intelektual , atau aset lainnya. Peretas juga dapat memperoleh kendali atas jaringan dan menahannya untuk tebusan. Dan trik terbaru mereka? Menggabungkan strategi ini dalam serangan pemerasan ganda yang menjanjikan hasil yang lebih menguntungkan. Secara umum, vendor membangun dan menjual solusi IoT berdasarkan fungsionalitas dan kemudahan penggunaan, seringkali membawa produk ke pasar untuk bersaing—tanpa melihat gambaran besar keamanan. Awalnya, mereka mungkin berasumsi peretas tidak akan repot dengan perangkat “tidak penting” ini—tetapi jelas saat ini ada banyak uang dalam ransomware dan penjualan IP perusahaan, keduanya merupakan skenario mimpi buruk bagi sebagian besar perusahaan. Kami tidak mengatakan Anda harus berhenti menggunakan IoT di perusahaan Anda. Sudah terlambat untuk itu, dan selain itu, Anda tidak ingin kehilangan manfaatnya. Sebagai gantinya, mari kita lihat tiga cara sederhana untuk meningkatkan keamanan IoT Enterprise Anda. Cara Mengamankan Perangkat IoT dengan Benar Seperti yang telah kita lihat, IoT bisa menjadi mata rantai yang lemah dalam keamanan Anda. Tapi itu tidak harus terjadi. Setelah Anda mengetahui banyak masalah seputar keamanan IoT, ini dapat membantu untuk memulai dengan laporan pemeriksaan dan penilaian keamanan IoT gratis, yang dengan mudah mendeteksi dan mengidentifikasi perangkat yang terhubung ke jaringan Anda dan menganalisis risiko yang terkait. Dengan cara ini, Anda dapat mulai memetakan prioritas utama perusahaan Anda dalam hal mencegah serangan. Di luar ini, berikut adalah tiga cara terbaik yang harus diikuti untuk mempertahankan organisasi Anda dari serangan yang dimulai melalui atau dengan memanfaatkan perangkat IoT yang disusupi: 1. Persulit Kata Sandi Anda Sebagian besar organisasi menggunakan kata sandi default lemah yang disertakan dengan perangkat IoT mereka. Itu bukan kemalasan; seringkali sulit untuk mengubah kata sandi karena banyaknya perangkat IoT yang harus Anda kelola dan karena interface biasanya tidak jelas atau sulit digunakan. Idealnya, setiap perangkat harus memiliki kata sandi sendiri, jadi, jika seorang penyusup mendapatkan akses ke satu perangkat, potensi mereka untuk melakukan kerusakan berkurang. Tip Membeli: Saat berinvestasi di perangkat IoT baru, pastikan akan mudah untuk mengubah kata sandi dari waktu ke waktu. 2. Terapkan Semua Kemungkinan Patch Perangkat keras IoT datang dan pergi dengan cepat. Hal tersebut meninggalkan lanskap penambalan yang tidak merata di mana produsen dapat gulung tikar atau perangkat dapat mencapai akhir masa pakainya dengan cepat. Patch perangkat lunak atau firmware mungkin tersedia untuk perangkat tertentu, terutama sekarang setelah beberapa serangan berbasis IoT yang terkenal telah menjadi berita dan beberapa produsen meningkatkan dan merilis patch. Tip Membeli: Saat memilih perangkat IoT baru, pastikan pabrikan telah membangun kapabilitas patch yang cukup mudah diterapkan. 3. Bergerak Menuju “Zero Trust” Banyak organisasi saat ini bergerak menuju model “Zero Trust” yang berpusat pada prinsip, “Never trust. Always verify.” Dalam model ini, setiap pengguna diverifikasi sebelum diberikan akses berdasarkan prinsip “least privilege,”, yaitu hanya untuk tujuan bisnis yang sah. Ini dapat mencegah serangan lateral bahkan jika penyusup menerobos jaringan Anda. Segmentasi jaringan adalah cara lain untuk memblokir pengguna yang tidak tepercaya agar tidak bergerak secara lateral melalui organisasi Anda. Tips Membeli: Untuk semua perangkat IoT baru, pastikan Anda memilih produk yang dapat mendukung arsitektur jaringan Zero Trust. Menuju Standar yang Lebih Baik dan Lebih Ketat Bukan rahasia lagi bahwa sebagian besar perangkat IoT mewakili pelanggaran keamanan yang menunggu untuk terjadi. Dan lanskap berubah. Pada bulan Desember 2020, AS mengesahkan Undang-Undang Peningkatan Keamanan Siber IoT yang menuntut standar yang lebih baik dan lebih ketat untuk perangkat IoT. Ini adalah langkah penting, mengakui ancaman serius yang ditimbulkan perangkat ini. Namun, bahkan tindakan legislatif penting seperti ini sudah terlambat bagi sebagian besar perusahaan, karena mereka sudah menggunakan IoT dari vendor yang tidak diatur. Mereka bahkan mungkin tidak menyadari perangkat IoT apa yang ada di lingkungan mereka. Jelas, saat Anda membeli perangkat baru,…

Read More

Search

Tentang Kami

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • Jl. Kebon Jeruk Raya
  • Villa Kebon Jeruk Office F1
    Jakarta, 11530 – Indonesia

8:30 – 17:00 (Mon – Fri)
 (+62) 21 53660861
sales@qfirewall.id

Support Center
  • Jl. Panjang no. 5,
  • AKR Tower – 9th Floor
    Jakarta Barat 11530